Mom, My Wonder Woman

Aku teringat kepada mamaku,seorang wanita yang luar biasa,yang dulu aku pandang sebelah mata.

Aku adalah anak Broken Home,aku hanya mengatakannya dengan nada yang datar.Tidak perlu meringis agar dikasihani,tidak perlu meninggi seolah aku begitu kuat untuk melaluinya,hanya nada datar saja.

Itulah alasan aku menganggap mama adalah awal masalah dan penderitaanku yang tak ada habisnya.”Seandainya mama tidak berpisah dengan bapak,seandainya mama tidak meninggalkan rumah,dan tetap bertahan,mungkin semuanya tidak akan terjadi”,demikian pikirku hampir setiap hari sambil meratapi nasibku.

Sampai di puncak amarahku,saat aku mengetahui mama menikah lagi dan sudah memiliki anak.Hancur hatiku,bagaimana ia melupakan aku dan adikku juga bapakku?Setega itukah dia hingga ia melakukan hal itu?Aku mencari tau tentang mama,saat itu posisiku jauh dari mama,aku tinggal di rumab saudara.Aku mencari tau bukan untuk memohon diakui,aku justru mencaci dan memaki mama,memperkatakan hal-hal yang menjadi kekesalanku.Aku begitu hancur,dan rasanya seperti dunia melupakan aku,bahwa aku tidak dicintai.

Aku melewati hari-hariku dengan kekuatan yang dipinjamkan oleh Tuhan.Tetapi tidak setiap hari aku kuat,saat aku tidak dididik dengan etika yang baik,orang-orang sekitar juga gerah akan aku.Aku merasa tersudutkan,aku merasa malu seolah dipermalukan oleh karna banyaknya hal yang tidak kutahu,untuk menjadi seorang wanita.Aku kembali merasa hancur,aku merasa terasing dari orang-orang yang mencintai aku.

Namun,ada seorang “mama” yang lain,yang tidak menyerah untuk membentuk aku.Awalnya,aku merasa perlu dikasihani oleh karena keadaanku,aku tidak memiliki sesorang yang mengasihi aku,menuntunku dengan bahasa yang lemah lembut.Seorang “Mama” keduaku membentuk aku dengan sifatnya yang begitu tangguh,tentu prosesnya juga tidak semenarik yang aku mau.Tidak ada kelemah lembutan,namun pada akhirnya aku menyadari,memang seperti inilah aku harus dibentuk.Dengan kelemahlembutan belum tentu akan menjadi kepalan yang kuat saat menggenggam tanah liat,ia akan kembali meluber.Ya,Tuhan masih setia meminjamkan kekuatan lewati proses ini,termasuk menaruh hati yang pantang menyerah pada “mama”keduaku.Mama keduaku adalah kakak dari bapakku,yaitu tanteku.

Sekian tahun berlalu dari hari itu,sampai bapak juga berlalu bersama Tuhan.Mama hadir kembali di kehidupan aku.Sesaat sebelum bapak berlalu,dia menitipkan aku dan adikku pada mama.Aku dan mama seolah direkatkan kembali oleh peristiwa itu.Sampai,mama juga harus berpisah dengan suaminya,mama mengalami depresi berat.Nenekku merawatnya dengan ketulusan,ia membawa mama ke rumahnya.

Sampai mama sudah membaik,mama masih di tempat nenek.Aku menikah,dan dia tidak bisa hadir.Kebetulan kami juga memiliki jarak yang jauh saat itu.Aku hamil anak pertama,sebulan sebelumnya ia sudah hadir menemaniku.

Aku merasa bagaikan mimpi,Tuhan kasih kejutan bahwa aku bisa memiliki mama saat itu.Setelah sekian lama,kami tidak memiliki hubungan semanis itu.Sepuluh tahun adalah masa dimana kami tidak bertemu dan bertegur sapa,dan dia hadir dimana aku akan melahirkan anak pertamaku,betapa bersyukurnya aku.Mama menemani aku,seolah tiada beban.Sampai anakku lahir,ia masih menemani anakku,karena aku harus bekerja.Dia pergi ke pasar setiap pagi,menggendong anakku,memasak dan tetap menjaga anakku,betapa luar biasanya dia bukan.Aku juga memiliki adik tiri yang setiap hari dia pikirkan,karena dititip ke nenekku.Namun,mama tetap dengan senyumnya seolah berkata,aku tidak apa apa.Seolah ia juga sedang menebus masa 10 tahun kami tidak bersama.Ia hanya tersenyum menutup semua kegundahan hatinya.

Sampai anak kedua ku hadir,hubungan kami rusak kembali.Dia ingin menikah kembali, dia ingin mempunyai tempat bertukar pikiran.Dia tidak mau menjadi beban bagiku,saat itu aku berhenti bekerja.Aku tidak setuju dia menikah,aku begitu cemburu.Bearti dia akan membagi kasih sayangnya lagi,dan aku benar-benar emosi kembali.Kami tidak memiliki titik temu sampai kami tidak bertegur sapa.Tapi mama tetap memilih menikah dan hubungan kami,aku pikir tidak bisa diperbaiki kembali.

Sampai aku berpikir aku harus mengalah,aku begitu rindu padanya.Dia,mengangkat telponku dengan nada seolah tidak terjadi apa-apa.😊.Dan kami memulai kembali hubungan kami yang baru,mama dan anak,nenek dan cucunya.

Mamaku,begitu banyak penilaian negatif orang lain terhadapnya.Mamaku,dia juga telah melewati proses,dimana memang dia membuat pilihan yang sulit,saat dia tak tahan dengan bapak,hingga dia pergi dari rumah.Dia tidak pergi sekali,ketika besoknya dia akan dijemput pihak keluarga,saat dia kembali,dia pergi lagi dan pamit lagi.Sampai terdengar berita negatif tentang mama,di sekitarku.Aku juga terpengaruh,oleh karena bapak yang juga membenci mama.Bapak sangat keras terhadap mama,sehingga mama membuat pilihan yang sulit,kabur dari rumah.

Sebelum menikah dengan bapak,dia juga melalui hari yang sulit ketika tinggal di rumah saudara.Bagaimana dia terpojokkan,oleh setiap fitnah dan rasa sakit yang tidak bisa dia tahan.Dia memendamnya,sampai akhirnya kakekku mau menjodohkan bapakku dengan seorang wanita yang dia tidak kenal,yaitu mamaku.Mama,juga bukanlah yang pertama,dia adalah yang kedua dari bapak,dimana yang pertama telah kabur di hari pertama mereka menikah,dan dia telah membawa semua emas yang dia terima di hari pernikahannya.

Mama menikah dengan bapak juga adalah pilihan yang sulit.Sebelum mama merantau,dia ditinggal nikah oleh kekasihnya.Dia merantau dan tinggal di rumah saudaranya.Saudaranya tidak seperti yang diharapkan.Dia begitu terpojokkan setiap hari,dia merasa dia harus melakukan sesuatu.Sampai Kakekku mencari seorang wanita untuk bapak,mama berpikir ini adalah satu-satunya jalan keluar dari hidupnya yang sulit.Mama memutuskan menikah dengan bapak,yang mana dia tidak menyadari justru semakin sulit.

Bapak memiliki kepribadian yang keras,sangat keras kepala,dan mama adalah seorang yang tegas.Sewaktu aku kecil aku berpikir tidak mungkin,perpecahan terjadi.Ternyata kedua sifat mereka mengantarkan kepada perpecahan.Mereka tidak menanam cinta di rumah.

Mama telah melalui setiap badai,yang aku sewaktu kecil tidak mengetahui dan tidak mau tahu.Aku begitu cuek dan aku berpikir mama dan bapak berpisah,kesalahan terbesar adalah kesalahan mama,karena begitulah mereka menghasutku.Mereka mengatakan mama kurang sabar terhadap bapak,lihatlah betapa mudahnya untuk menghakimi,bukan?Kenyataannya,kita tidak tahu apa yang dialami mama sebenarnya.

Setelah aku menjadi seorang mama bagi anak-anakku,aku mengerti.Aku mengerti mengapa seorang mama,begitu cepat terluka,cepat merasa kalah,dan menyerah.Ternyata hidup tidak segampang itu,sekolah,bekerja,menikah,punya anak,dan happily ever after.Saat aku mengeluh,aku teringat kisah mama,dia telah melaluinya sebelum aku.Aku juga mengalaminya,proses yang tidak mudah,sampai di hari ini.

Mama,terima kasih,sudah menjadi inspirasi bagiku.Mama,terpuji nama Tuhan yang menciptakanmu dengan diselimuti banyak kesabaran,kiranya akupun demikian.

Aku tak peduli dengan hal-hal negatif yang mereka sematkan padamu.Tapi,Tuhan telah kasih alasan mengapa kita harus melewati ini semua.Karena memang tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini.Mama membuat setiap keputusan sulit,saat dimana dia harus menikah,saat dimana dia akan meninggalkan bapak dan kami.Dan aku segampang itu menghakimi mama yang aku bahkan belum tentu bisa melewati badai yang dia hadapi.

10 tahun aku lewati tanpa kasih sayang mama,begitu banyak kerinduan yang tercipta,terlebih kecemburuan terhadap mereka yang mempunyai mama.Aku punya keinginan dan keinginan yang kuat,aku ingin mempunyai Quality time bersama anak-anakku.Seolah aku juga ingin menebus masa 10 tahun tanpa mama,aku ingin sekali selalu ada bagi kedua anakku.

Semoga Tuhan mendengar dan tetap memberikan kekuatan untuk berjuang bagiku dan mamaku,juga untuk semua mama terhebat di seluruh dunia.

Buatku Mama adalah yang terhebat,kamu juga tentunya punya Mama yang luar biasa,yang mungkin saat ini,kamu belum menemukan mengapa kamu mencintainya setelah dia meninggalkan kamu.Mama punya segudang alasan untuk bertahan bagi anak-anaknya,Pasti!Tapi dia membuat pengecualian ketika dia sudah menyerah kepada keadaan.Semoga kita senantiasa dikuatkan,baik jadi seorang mama atau bapak,menjadi inspirasi yang baik untuk anak-anak kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s